Ragam Dialog dalam Aplikasi Penjualan Buku

Standard

Untuk merancang sebuah aplikasi sangat penting untuk memperhatikan ragam dialog, ragam dialog yaitu cara yang digunakan untuk mengorganisasikan berbagai teknik dialog.

Pada artikel ini akan dibahas bagaimana ragam dialog diaplikasikan pada aplikasi penjualan buku Aplikasi ini dibuat untuk digunakan di toko buku yang bertujuan mengurangi pengeluaran khususnya pengeluaran untuk sumber daya manusia.

Fungsi utama dari aplikasi ini adalah:

  • Membantu pembeli dalam mencari buku
  • Mempermudah proses pembayaran buku
  • Mempermudah pencatatan transaksi buku

Dari fungsi di atas dapat diketahui bahwa pengguna aplikasi ini adalah pembeli buku dan juga pemilik dari toko buku itu sendiri.

Aplikasi ini dirancang dan diharapkan memenuhi karakteristik dibawah ini:

  • Inisiatif
  • Keluwesan sistem
  • Kompleksitas
  • Kekuatan
  • Beban informasi yang disesuaikan dengan pengguna
  • Konsisten
  • Umpan balik
  • Observabilitas
  • Kontrolabilitas
  • Efesiensi
  • Dan keseimbangan pembagian tugas manusi dan komputer

Dari berbagai kategori dialog interaktif yang ada, berikut merupakan pembahasan dari dialog interaktif yang diterapkan pada aplikasi penjualan buku:

  1. Sistem menu : sistem menu yang digunakan adalah sistem menu tarik. Menu dibagi menjadi 2 kategori, yaitu File dan Tools. Digunakan pula sistem menu datar yang berisi dua pilihan yaitu sistem untuk digunakan user/ pembeli buku dan sistem untuk penjual.
  2. Dialog berbasis pengisian borang : ada beberapa form yang terdapat pada aplikasi ini, yaitu form yang harus diisi user saat membeli buku, form pendaftaran palanggan, form untuk mengisi data buku, form untuk mendata sarana dan prasarana yang dimiliki toko buku.
  3. Antarmuka berbasis icon : icon sengaja digunakan untuk mempermudah interaksi anatara manusia dan komputer itu sendiri. Digunakan untuk melengkapi menu atau ditambahkan pada form contohnya icon untuk menyimpan hasil pengisian form.

Tidak seluruh dari kategori diterapkan dalam aplikasi, contohnya saja Dialog berbasis perintah tunggal. Alasan tidak digunakannya dialog interaktif ini karena dialog berbasi perintah tunggal memerlukan pelatihan yg lama, pengguna harus menggunakan teratur dan beban ingatan tinggi sedangkan aplikasi ini digunakan oleh user yang belum tentu terlatih dan tidak menggunakan secara teratur.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s